Kamis, 12 Agustus 2021

Soal AKM Literasi Fiksi

Salam Sehat !!!
Mengingat sebentar peserta didik yang ada di bangku SMP Kelas 8 akan melaksanakan Asesmen Kompetensi Minimal (AKM), atau biasa juga disebut Asesmen Nasional (AN), maka tidak ada salahnya jika mereka kita perkenalkan dengan bentuk soal AKM yang berbeda dengan soal soal yang biasa mereka kerjakan, jika saja dilihat sepintas soal dibawah ini "seolah olah sama", akan tetapi jika diperhatiakn dengan lebih teliti, ternyata pertanyaan yang diberikan memiliki tujuan untuk target level kognitive yang berbeda, serta peserta didik mulai diberi jawaban yang lebih terbuka (open ended).
 
Gus-luk
 
Untuk itu secara bertahap akan terus saya posting soal soal AKM dari kreativitas teman teman atau dari beberapa sumber yang berbeda yang dirasa relevan dengan tujuan pemberian soal AKM, saya pribadi sebagai pendidik juga harus mengakui jika dalam membuat soal AKM ternyata masih jauh panggang dari api, masih belum bisa Qualified. masih harus menyadari akan kekurangan diri dan mencoba terus untuk belajar.
Dibawah ini sementara saya kumpulkan dahulu soal soal dari Pusmenjar Kemdikbud sebagai referensi.
Bentuk soal adalah Literasi Fiksi yang erat dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Semoga bermanfaat !

A. Menemukan Informasi

1. Mengakses dan mencari informasi dalam teks
Menemukan informasi tersurat (siapa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana) pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. 

1. Pilihan Ganda
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku. “Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”

“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah. Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.

“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Pak RT,” kata Ayah. “Kampung kita akan punya Pandora L.”

“Pandora L? Apa itu, Yah?”
Literasi Fiksi
“Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.

Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.

(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)

Di bawah ini adalah hal-hal yang menjadi topik pembicaraan antara tokoh Aku dan Ayah, kecuali ....
A. kekurangan air di musim kemarau
B. alat untuk mengolah air
C. pengadaan biaya untuk pemasangan pandora
D. penanaman belimbing wuluh

Kunci Jawaban/ Pembahasan : C

2. Mencari dan memilih informasi yang relevan
Mengidentifikasi kata kunci yang efektif untuk menemukan sumber informasi yang relevan pada teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (1 Soal)

Pilihan Ganda Kompleks

Persahabatan Itu Indah

Lietrasi Fiksi

Dialog Drama
Dina     :  Win, besok pagi kan libur sekolah... kamu ada waktu nggak untuk nemenin aku ke rumah tanteku?
Winda :  Besok? Aku belum tahu ya ... emangnya kamu ada perlu apa ke rumah tante kamu?
Dina    :  Aku disuruh ibuku nganterin barang titipan tanteku.
Winda  : Emangnya barang apa?
Dina     :  Aku belum tahu. Entah apa barangnya. Gimana, kamu besok bisa apa nggak?
Winda sebenarnya ada acara sendiri, namun dia sulit menolak permintaan Dina.
Winda   : Ya sudah deh, besok aku anterin kamu. Jam berapa besok? Aku ke rumah kamu atau kamu yang ke rumahku?
Dina    : Terserah kamu deh, jam 8 atau jam 9 gitu ... kalau kamu mau mending kamu aja yang ke rumah aku.
Winda : Ya sudah, besok jam 08.30 aku ke rumah kamu, terus kita langsung ke rumah tante kamu.
Keesokan harinya Winda dan Dina berangkat menuju rumah tante si Dina yang jaraknya sekitar 20 km dari rumah Dina. Pas di tengah-tengah jalan, motor yang dikendarai Dina bannya bocor, dan tidak ada tempat penambalan ban di sekitar situ.
Dhussss… bunyi ban motor Dina
Dina    : Aduh ... gimana nih, bannya bocor? Kayaknya pecah nih ban!
Winda : Gimana ya ... nggak ada bengkel tambal ban lagi di sini.
Mereka bedua pun mendorong motor tersebut sambil keringat membasahi tubuh mereka. Setelah hampir 30 menit mendorong motor, tiba-tiba ada sebuah mobil box yang menghampiri mereka. Pengendara mobil box itu menawarkan jasa pengangkutan motor hingga ke bengkel tedekat kepada Dina.
Sopir mobil box : Kenapa Non? Bannya bocor ya?
Dina      : Iya. Bisa minta tolong angkutin motor aku sampai bengkel nggak?
Sopir mobil box : Bisa saja, tapi kasih ongkos 100 ribu ya?
Dina     : Kok mahal amat, Bang? 50 ribu ya?
Sopir mobil box itu menolak, alhasil Dina dan Winda harus meneruskan mendorong motor mereka.
Sopir mobil box : Murah amat, Non! ... Ya sudah kalau nggak mau.
Setelah mendorong motor selama 45 menit, tiba-tiba ada salah seorang sahabat Winda, yaitu Astrid yang kebetulan lewat di jalan itu. Astrid bersama adiknya bernama Hesti.
Astrid   : Stop.. stop, Hes…!
Hesti    : Kenapa Kak? Ada apa?
Astrid   : Itu kayaknya Winda deh... Win… Win…!
Winda   : Eh, itu Astrid...!
Astrid   : Motor kamu bocor bannya? Kasihan sekali... kamu mau ke mana nih?
Winda   : Nih, aku mau nganterin Dina ke rumah tantenya. Nggak tahu nih, bengkel kayaknya masih jauh... aku udah capek banget dorong motor dari tadi. Astrid berusaha memberi pertolongan kepada sahabatnya itu, namun dia juga tidak bisa berbuat banyak karena di sekitar itu memang cukup sepi.
Astrid   : Aduh ... gimana ya ... ok, gini aja ... kalian kan sudah capek banget nih. Sekarang biar aku yang dorong motor kamu, terus kamu bawa motor aku sambil ngikutin dari belakang.
Winda : Emang kamu nggak kecapean entar? Berat lo dorong motor ini....!
Astrid   : Ya tentu saja kau bakal capek, makanya kita gantian gitu...
Motor tersebut didorong oleh mereka berempat secara bergantian hingga akhirnya mereka tiba di salah satu bengkel tambal ban.
Sumber : mamicos.com/info/contoh-naskah-drama-singkat/

Di mana sajakah latar tempat terjadinya peristiwa di dalam drama tersebut?
A. Suatu tempat.
B. Jalan.
C. Bengkel motor
D. Rumah tante
E. Rumah DIna

Kunci Jawaban/ Pembahasan
Suatu tempat, Jalan dan Bengkel motor

B. Memahami

2. Menyusun inferensi, membuat koneksi dan prediksi baik teks tunggal maupun teks jamak
Menyimpulkan perasaan dan sifat tokoh serta elemen intrinsik lain seperti latar cerita, kejadian-kejadian dalam cerita berdasarkan informasi rinci di dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (2 Soal)

1. Uraian
Perempuan-perempuan perkasa
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, 
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.. 

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota.. 

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.. 

(Hartoyo Andangjaya, 1963)
(diunduh dari  https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html) 

Siapakah perempuan-perempuan perkasa yang dimaksud oleh pengarang pada puisi tersebut?
Perempuan-perempuan desa yang berdagang di kota

2. Uraian
Perempuan-perempuan perkasa
Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, 
dari manakah mereka..
Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga..
Sebelum hari bermula dalam pesta kerja.. 

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,
ke manakah mereka..
Di atas roda-roda baja mereka berkendara.
Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota..
Merebut hidup di pasar-pasar kota.. 

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,
siapakah mereka..
Mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa.
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota..
Mereka cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.. 

(Hartoyo Andangjaya, 1963)
(diunduh dari  https://indonesianliteraryworks.blogspot.com/2016/09/poetry-perempuan-perempuan-perkasa.html) 

Untuk apa perempuan-perempuan itu membawa bakul ke kereta?
Untuk membawa barang dagangan ke kota

Menyusun inferensi (kesimpulan) dan prediksi berdasarkan unsur-unsur pendukung (grafik, gambar, tabel, dll) disertai bukti-bukti yang mendukung di dalam teks sastra atau teks informasi yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (2 Soal)

1. Uraian
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku. “Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”

“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah. Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.

“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Pak RT,” kata Ayah. “Kampung kita akan punya Pandora L.”

“Pandora L? Apa itu, Yah?”
Literasi Fiksi
“Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.

Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)

Dari wacana di atas, bisa disimpulkan bahwa perbincangan antara tokoh Aku dan Ayah terjadi pada musim apa?
Kunci Jawaban:
Musim kemarau.

2. Pilihan Ganda
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku. “Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”

“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah. Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.

“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Pak RT,” kata Ayah. “Kampung kita akan punya Pandora L.”

“Pandora L? Apa itu, Yah?”

“Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.

Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)

Jika proyek Pak RT telah dilaksanakan, apakah para tetangga akan setuju untuk menanam pohon belimbing wuluh?
A. Tidak, warga akan tetap saja malas menanam dan merawat pohon belimbing wuluh.
B. Ya, karena Kampung Genteng Candirejo telah berhasil mencontohkan cara pengelolaan air limbah.
C. idak, karena warga tidak ingin menggunakan air terlalu banyak saat musim kemarau.
D. Ya, karena kekhawatiran kurangnya air di musim kemarau akan terpecahkan dengan dipasangnya Pandora.

Kunci Jawaban : D

Membandingkan hal-hal utama (misalnya karakter tokoh atau elemen intrinsik lain) dalam teks sastra yang terus meningkat sesuai jenjangnya. (1 Soal)

1. Pilihan Ganda Kompleks
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku. “Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”

“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah. Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.

“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Pak RT,” kata Ayah. “Kampung kita akan punya Pandora L.”

“Pandora L? Apa itu, Yah?”
“Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.

Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)

Bandingkan sikap tokoh Aku dan Ayah terhadap situasi yang ada pada cerita tersebut! 

Kunci jawaban :
Peduli terhadap lingkungan di tempat tinggal mereka (Aku dan Ayah); 
Memiliki ide untuk mengatasi masalah yang dihadapi (Ayah); 
Mengajak orang-orang di sekitar untuk melakukan gerakan perbaikan (Aku); 
Kecewa karena para tetangga enggan diajak menanam pohon (Aku); 
Optimistis bahwa Pandora akan menjadi solusi kurangnya air di musim kemarau (Ayah)