Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label OPINI. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Agustus 2021

Sekedar Refreshing Tentang Buku Kerja Guru

Bagi seorang guru dalam melakasanakan tugas mengajar memerlukan desain yang terstruktur sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran bisa berlangsung dengan tertib sesuai dengan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dibuat perangkat administrasi yang disebut Buku Kerja Guru sebagai panduan dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru.
Adapun dasar hukum yang mengatur tentang Buku Kerja Guru adalah dengan keluarnya Permendikbud Tahun 20126 nomor 20, 21, 22, 23 dan ditambah nomor 24 khusus bagi SMK.
 
Buku Kerja Guru K_13

Sebenarnya yang dimaksud dengan Buku Kerja Guru jelas banyak guru yang sudah membuat dan melaksanakan, akan tetapi apa yang sudah dibuat masih belum disusun dengan pengelolaan adminsistrasi yang baik, dan ini menjadi penting jika nanti akan dilaksanakan penilaian semacam Akreditasi Sekolah. Sebab dalam penilaian Akreditasi Sekolah selama ini, penilaian diambil berdasar dari administrasi yang sudah dilaksankan.
Dengan demikian, sebagus apapun layanan di satuan pendidikan sudah dilaksakan akan tetapi jika adminstrasi tidak baik, tentu potret yang tampil juga tidak sesuai dengan fakta dan tentu nilai yang dihasilkan juga tidak bisa maksimal, padahal nilai Akredtasi saat ini, berperan penting dalam PPDB tingkat SMA/SMK karena dijadikan faktor pengali nilai akademis, menggantikan Nilai Ujian Nsional.
Maka tidak jarang jika waktunya pelaksanaan akreditasi,  tim yang ditunjukoleh satuan Pendidikan harus bekerja siang malam guna melengkapi dokumen dan sebagian besar "mengarang" agar bisa mendapatkan nilai akreditasi baik, sangat berbeda jika sejak awal sudah tertib administasi, maka tim hanya sekedar mengumpulkan data berdasar kategori penilaian didalam 8 Standar Nasional Pendidikan.
Dan lebih dari sekedar penilaian, dengan melengkapi Buku Kerja Guru maka merupakan satu tindakan positif mendisiplinkan diri untuk tertib administrasi dan tertib pelaksanaan layanan pembelajaran.
Berikut ini cuplikan Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 Tentang SKL, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian Pendidikan:
  1. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah yang digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan,standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Dengan diberlakukanya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 54 Tahun 2013 Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  2. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah yang memuat tentang Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kompetensi Inti meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan ketrampilan. Ruang lingkup materi yang spesifik untuk setiap mata pelajaran dirumuskan berdasarkan Tingkat Kompetensi dan Kompetensi Inti untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dandinyatakan tidak berlaku.
  3. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah yang merupakan kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan satuan pendidikan dasar menengah untuk mencapai kompetensi lulusan. Dengan diberlakukanya Peraturan Menteri ini, makaPeraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
  4. Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan yang merupakan kriteria mengenai lingkup, tujuan, manfaat, prinsip, mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik yang digunakan sebagai dasar dalam penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini, maka Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik Pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
Keempat Permendikbud di atas pada dasarnya merupakan landasan yuridis bagi penerapan kurikulum 2013 yang telah direvisi, dan dalam pelaksanannya, bagi seorang guru dibuat 4 jenis buku kerja terkait dengan instrumen yang harus di lengkapi didalamnya;
Adapun Buku Kerja Guru dan isntrumen yang berada didalamnya adalah sebagai berikut:
 
Buku Kerja Guru 1

1. Analisis SKL, KI dan KD

  • Instrumen ini adalah rumusan tentang keterkaitan antara SKL (Standar Kompetensi Lulusan), Kompetensi Inti (KI), dan Kompetensi Dasar (KD).
  • Secara struktur, KI merupakan turunan dari SKL dan KD merupakan turunan dari KI.
  • SKL adalah pedoman untuk penilaian yang menentukan kelulusan siswa pada jenjang tertentu. Ruang lingkup SKP terbagi dalam satuan pendidikan, kelompok mata pelajaran dan mata pelajaran.
  • KI adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk bisa mencapai SKL, diantaranya: Sikap Spiritualisme, Sikap Sosial, Pengetahuan dan Keterampilan.
  • KD adalah sejumlah kemampuan pada mata pelajaran tertentu yang harus dikuasai siswa. KD harus bisa dicapai untuk bisa memenuhi KI. KD menjadi rujukan untuk menyusun indikator kompetensi suatu pelajaran.

2. Silabus
Silabus adalah suatu susunan rencana pembelajaran pada mata pelajaran atau tema tertentu.
Silabus mencakup beberapa komponen yaitu:

  1. Standar Kompetensi,
  2. Kompetensi Dasar,
  3. Materi Pokok,
  4. Kegiatan Pembelajaran,
  5. Indikator Pencapaian,
  6. Penilaian,
  7. Alokasi Waktu Pembelajaran,
  8. Sumber Belajar.

3. RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah merupakan perencanaan yang memuat kegiatan pembelajaran yang kan dilaksanakan.Berdasar Surat Edaran Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019, maka RPP mengalamai perubahan yang sangat besar dalam komponen yang harus ada, jika pada tahun sebelumnya mencakup 13 komponen, maka berdasar surat edaran tersebut komponen wajib RPP hanya mencakup 3 hal: Tujuan Pembelajaran, Langkah Pembelajaran dan Penilaian Pembelajaran (asesmen), hal ini membuat beban dalam pembuatan RPP jauh berkurang dan memunculkan kreativitas guru dalam membuat RPP ringkas yang biasa kita sebut RPP 1 lembar.

4. KKM
Kriteria Ketuntasan Minimal atau KKM sekolah ditentukan dalam musyawarah dewan guru. Dan ditentukan pada setiap Tahun Pelajaran baru.   

Buku Kerja Guru 2

  1. Kode Etik Guru:Sebagai tenaga profesional, guru juga memiliki kode etik yang wajib dipenuhi. Kode etik tersebut jadi pedoman bagi para guru untuk bersikap dan berperilaku.
  2. Ikrar Guru: Berisi 5 poin Ikrar Guru Indonesia. dan bisa dilihat pada situs resmi PGRI.
  3. Tata Tertib Guru: Berisi sejumlah tata tertib yang wajib dilaksanakan oleh Guru.
  4. Pembiasaan Guru: Berisi penjabaran tentang kegiatan yang sebaiknya dijadikan kebiasaan oleh guru. Secara umum berkaitan dengan bagaimana sebaiknya seorang guru bersikap dan bertingkah laku.
  5. Kalender Pendidikan: Kalender pendidikan wajib ada dalam buku kerja agar guru memiliki acuan dalam merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi kegiatan pembelajaran dengan lebih sistematis.
  6. Analisis Alokasi Waktu: Dokumen ini memuat waktu efektif hari belajar dan waktu tidak efektif yang diturunkan kalender pendidikan.
  7. Program Tahunan: Tujuan program tahunan adalah untuk merencanakan pembelajaran selama 1 tahun ajaran. Dalam Program Tahunan terdapat beberapa komponen misalnya: Rancangan Materi, alokasi waktu atau pertemuan per materi, jadwal ulangan harian, dan jadwal penilaian akhir semester.
  8. Program Semester: Program Semester adalah rancangan kegiatan guru yang akan dilaksanakan selama satu semester.
  9. Jurnal Guru: Catatan yang berisi kegiatan rutin dalam pelaksanaan pembelajaran, tentang langkah, metode, sumber belajar, yang digunakan,kehadiran peserta didik, masalah yang dihadapi yang nantinya akan dicarikan solusi alternatif yang harus dipakai untuk memperbaiki proses kegiatan pembelajaran.

Buku Kerja Guru 3

  1. Daftar Hadir Siswa
  2. Daftar Nilai Siswa
  3. Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial
  4. Analisis Hasil Penilaian
  5. Program Remedial dan Pengayaan
  6. Daftar Buku Pegangan Guru dan Siswa
  7. Jadwal Mengajar Guru
  8. Daya Serap Siswa
  9. Kumpulan Kisi-kisi Soal
  10. Bank Soal
  11. Analisis Butir Soal
  12. Perbaikan Soal

Buku Kerja Guru 4

  1. Evaluasi Diri Kerja Guru
  2. Program Tindak Lanjut Kerja Guru
Untuk mengetahui lebih jelas tentang apa dan bagaimana tentang Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 Tentang SKL, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian Pendidikan silahkan dapatkan filenya dengan klik tautan berikut ini :